
Bagi Anda yang ingin merasakan petualangan menjelajahi area Gunung Merapi, Lava Tour Merapi wajib masuk itinerary Anda. Sebelum mencoba petualangan yang seru ini, Anda harus tahu kapan waktu yang disarankan untuk tur ini. Berikut ini akan dijelaskan waktu yang direkomendasikan untuk mengikuti tur lava Merapi.
Kapan Lava Tour Merapi Buka?
Tur lava Merapi sudah buka dari pagi-pagi sekali sehingga pengunjung bisa menikmati matahari terbit. Mulai dari 04.30 hingga 18.00, tempat ini terbuka untuk pengunjung yang ingin merasakan petualangan dengan jeep yang berbeda. Tidak perlu khawatir soal keselamatan dan kenyamanan karena kendaraan ini memang dibuat untuk off-road.
Anda bisa datang ke tempat ini di hari apa pun karena beroperasi setiap harinya. Meski begitu, seperti destinasi wisata populer lain, hindari booking saat momen-momen libur. Meski pun buka setiap hari, ada faktor tertentu yang membuat tempat wisata ini tutup.
Misalnya pada saat Gunung Merapi tidak pada kondisi terbaiknya, tim pemandu wisata biasanya akan memberi tahu semisal status gunung ini sedang tidak mendukung kegiatan tur. Disarankan untuk berkonsultasi atau bertanya terlebih dahulu di awal sebelum Anda booking agar tidak menyesal nantinya.
Rekomendasi Waktu Terbaik Tur Lava Merapi: Pagi & Sore Hari Saat Musim Kemarau
Karena akan melalui medan outdoor ekstrem, lebih menantang lagi dan terkadang kurang nyaman jika tur ini dilakukan saat musim hujan. Jadi, disarankan untuk lakukan kunjungan saat musim kemarau saja. Saat musim kemarau, jalanan lebih kering sehingga lebih aman untuk kendaraan dan nyaman untuk peserta.
Visibilitas saat musim kemarau cenderung lebih baik karena langit tidak gelap. Sehingga Anda bisa lebih jelas melihat Gunung Merapi yang begitu megah dan menakjubkan. Baik itu saat musim hujan maupun musim kemarau, sama-sama punya keunggulan.
Tapi di balik jelasnya visibilitas dan jalanan tidak becek, suhu di Yogyakarta bisa cukup panas saat kemarau. Apa lagi jika Anda berkunjung saat siang hari, cenderung bisa membuat kulit Anda belang. Untuk mengantisipasi itu, Anda bisa kenakan pakaian panjang atau aplikasikan sunblock.
Sebagai operator Lava Tour Merapi, saya akan menjelaskan lebih lanjut saran waktu terbaik untuk tur ini. Berikut rekomendasi waktu terbaik untuk mendapatkan pengalaman tur lava Merapi terbaik:
Pagi Hari: Pengalaman Sunrise, Sejuk, & Penuh Energi
Petualangan tur Merapi saat pagi hari sangat disarankan karena Anda masih memiliki banyak energi. Cuaca di lereng Gunung Merapi ini juga masih sejuk dengan angin sepoi-sepoi. Di luar musim hujan, Anda bisa melihat awan dengan jelas.
Biasanya banyak orang yang menggunakan paket wisata khusus untuk mendapatkan pengalaman sunrise. Setidaknya peserta harus datang setengah jam sebelum berangkat yaitu sekitar setengah 4 pagi. Sesampainya di lokasi, peserta bisa menikmati matahari yang baru terbit dengan cahaya yang begitu menghangatkan.
Anda hanya perlu menimbang-nimbang kembali apakah nanti akan ramai atau tidak saat datang di pagi hari. Saat musim libur, memang jauh lebih banyak yang datang untuk sunrise tapi kondisi tetap bisa dipastikan aman dan nyaman.
Sore Hari: Menikmati Sunset Sendu dan Relaksasi
Meski pun sudah sore hari, petualangan ini tetap menyenangkan. Hal yang lebih penting adalah Anda harus mencari waktu di antara musim kemarau. Di luar Mei sampai September, cenderung lebih sering hujan dan jalur bisa menjadi licin. Anda juga bisa lebih leluasa berfoto jika datang saat musim kemarau.
Pengalaman Lava Tour Merapi saat sore hari bisa sangat berbeda dibandingkan pagi hari. Salah satu hal menarik adalah bagaimana siluet gunung Merapi megah yang terlihat saat matahari mulai terbenam. Di sore hari, suhunya juga lebih nyaman sehingga cocok bagi mereka yang tidak ingin panas-panasan.
Meski begitu, penting untuk diingat bahwa kepulangan harus sebelum malam karena penerangan yang minim di sana. Jalanan di tempat ini begitu ekstrem dengan bebatuan dan lika-likunya. Ketika malam hari, akan lebih susah bagi pengendara jeep untuk melihat medan sehingga lebih berisiko.
Untungnya pihak destinasi membatasi kunjungan sampai pukul 6 sore untuk menghindari hal-hal buruk terjadi. Mulai dari pagi, sore, dan malam hari sudah dijelaskan, lalu bagaimana pengalaman saat siang hari? Tentunya cuaca bisa semakin terik dan suhunya tinggi tergantung musim hujan atau kemarau.
Saat musim hujan, biasanya suhu saat siang hari lebih tinggi. Tapi ada satu keuntungan tur lava Merapi saat siang hari yaitu bisa menghasilkan foto lebih baik. Pencahayaan yang begitu maksimal membuat Anda lebih leluasa berfoto dan bisa mengharapkan kecerahan alami.
Bagaimana Jika Lava Tour Merapi Dilakukan Saat Musim Hujan?
Tur lava Merapi tetap buka saat musim hujan yang biasanya berlangsung mulai September hingga April. Terutama bagi mereka yang lebih suka tantangan dalam petualangan off-road, saat-saat inilah yang bisa dipertimbangkan. Lava Tour Merapi saat musim hujan membuat tubuh Anda mudah basah karena air dan lumpur yang menyiprat.
Jika Anda berencana datang saat musim hujan, kenakan pakaian yang berwarna dan dirasa tidak apa-apa jika memang terlalu kotor. Mencuci pakaian yang kotor karena lumpur memang cukup susah sehingga disarankan untuk bawa jas hujan. Meski begitu, foto yang diambil nanti mungkin kurang memuaskan dengan outfit jas hujan.
Jika Anda lupa membawa jas hujan, biasanya ada banyak warung yang menawarkan jas hujan ringan sekali pakai. Meski mengenakan jas hujan ini sekali pun, pakaian Anda tetap memungkinkan kotor sehingga bawalah pakaian ganti dalam perjalanan.
Saat musim hujan, disarankan juga untuk membawa kacamata hitam dan topi. Lumpur yang masuk mata bisa terasa cukup perih sementara jika masuk ke dalam rambut, susah untuk dibersihkan. Baik itu mengenakan jas hujan atau tidak, sesuaikan saja dengan preferensi style dan kebutuhan Anda.
Untuk pengalaman terbaik Lava Tour Merapi, Anda perlu mengandalkan operator wisata terpercaya. Biasanya tersedia beberapa opsi paket yang bisa disesuaikan dengan preferensi itinerary Anda. Dengan paket wisata ini, Anda bisa mengunjungi beberapa tempat lainnya seperti Batu Alien, Museum-Museum, Bunker Kaliadem, dan banyak lagi.
